Kalender
May 2024
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Metode dan Teknik Analisa Rasio Keuangan Perusahaan

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan antara lain :

  1. Metode Analisa Pertumbuhan
    Tehnik analisa yang disusun dengan membandingkan kenaikan atau penurunan posisi keuangan laporan keuangan pada suatu periode tertentu dengan periode lainnya dari masing-masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan dengan menggunakan nilai persentase.  Data bisa dengan membandingkan kenaikan atau penurunan masing-masing pos laporan keuangan bulan lalu dengan bulan sekarang atau periode year to date yang sama tahun lalu dan sekarang.
  1. Metode Trend dan Indeks
    Teknik Analisa hampir sama dengan metode Analisa pertumbuhan namun angka pembanding adalah lapooran keuangan periode tertentu yang dijadikan indeks dipilih sebagi tahun dasar.  Teknik ini sangat berguna untuk memproyeksikan laporan keuangan dimasa yang akan datang dengan menggunakan data historis.
  1. Metode Analisa Rasio
    Teknik Analisa dengan membandingkan masing-masing pos laporan keuangan yang relevan atau data yang signifikan.

 

MENGAPA PENTING MENGETAHUI ANALISA RASIO ?

Analisa Rasio Keuangan  atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat Analisa yang digunakan oleh perusahaan atau Rumah Sakit untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti Laporan Neraca dan Rugi/Laba dalam periode tertentu.

Laporan Keuangan bertujuan untuk memberikan gambaran informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja  perusahaan atau Rumah Sakit  yang dapat dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan bisnis.

Analisa Data Laporan Keuangan dilakukan dengan menganalisa masing-masisng pos yang terdapat di dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio posisi keuangan dengan tujuan agar dapat memaksimalkan kinerja perusahaan atau Rumah Sakit untuk masa yang akan datang.

Setiap tutup periode akhir bulan biasanya accounting menyiapkan dan menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Neraca dan
Rugi / Laba.  Perubahan Modal, dan laporan tersebut diserahkan ke pimpinan.  Hal umum yang biasa terjadi adalah  bagian accounting hanya focus terhadap Laporan Neraca dan Rugi Laba, namun ada hal yang lebih penting yang perlu disajikan dalam penyampaian laporan ini yaitu mengenai Analisa Laporan Keuangan.

Tujuan Analisa Laporan Keuangan

Tujuan utama Analisa Laporan Keuangan adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai alat barometer untuk melakukan forecasting atau memproyeksikan posisi keuangan dimasa yang akan datang.
  2. Mereview kondisi perusahaan atau Rumah Sakit saat ini, permasalahan dalam manajemen, operasional maupun, keuangan.
  3. Alat ukur untuk melakukan efisiensi di semua department.

Metode Analisa Rasio

Teknik analisis dengan membandingkan masing-masing pos keuangan yang relevan atau data yang signifikan.

Analisa rasio keuangan yang biasa digunakan adalah :

  1. Rasio Likuiditas

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan atau Rumah Sakit untuk memenuhi kemampuan finansialnya dalam jangka pendek. Ada tiga jenis rasio likuiditas antara lain :

Current Ratio

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan atau Rumah Sakit dalam  membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar.

Quick Ratio atau Acid Test Ratio

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan atau Rumah Sakit dalam  membayar kewajiban financial jangka pendek dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid.

Kas Ratio

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan atau Rumah Sakit dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan kas yang tersedia.

Catatan : Nilai ideal Analisa rasio likuiditas ini adalah minimum sebesar 150%, semakin besar adalah semakin baik dan keuangan dalam kondisi sehat.

  1. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas

Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan atau Rumah Sakit memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan dan aktiva dan modal sendiri.

Rate of Return Investment (ROI)

Rasio untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan  aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.

Rumus :  Net Income / Jumlah Aktiva x 100%

Return on Equity (ROE)

Rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan pendapatan bersih.

Rumus :  Net Income / Jumlah Equity x 100%

Catatan : Semakin tinggi nilai persentase rasio Profitabilitas ini  semakin baik.

 

Gross Profit Margin

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba  kotor dari penjualan.

Rumus :

Gross Profit Margin = Penjualan Netto – HPP / Penjualan Netto x 100%

Operating Income Ratio

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.

Rumus :

Operating Income Ratio = Penjualan Netto – HPP – Biaya Adminsterative & Umum (EBIT) / Penjualan Netto x 100%.

Net Profit Margin

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.

Rumus :

Net Profit Margin = Laba Bersih setelah Pajak (EAT) / Penjualan netto x 100%.

Earning Power of Total Investment

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan  aktiva untuk menghasilkan keuantungan bagi investor dan pemegang saham.

Rumus :

Earning Power of Total Investmant = EBIT / Jumlah aktiva x 100%.

Rate of Return on Net Worth atau Rate to Return for the Owners.

Rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham.

Rumus :

Rate of Return on Net Worth  = EAT / Jumlah Modal Sendiri x 100%.

Earning per share Ratio (EPS)

Rasio untuk mengukur kemampuan setiap lembar saham perusahaan dalam menghasilkan pendapatan bagi para pemegang saham.

Rumus : (laba Bersih – Dividend Preferen) / Rata-rata tertimbang Saham beredar.

Dividend Payout Ratio

Rasio perbandingan antara pembayaran dividend saham biasa dalam bentuk kas dengan Laba Bersih setelah dikurangi dividend preferen.

Rumus : Dividend Kas Saham Biasa / (Laba Bersih – Dividend Preferen)

 

  1. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio

Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan atau rumah Sakit memenuhi semua kewajiban financial jangka Panjang.

Debt to Assets Ratio (DAR)

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan atau Rumah Sakit dalam menjamin hutang-hutangnya dengsn sejumlah aktiva yang dimilikinya.

Rumus : Total Hutang / Total Aktiva x 100%

Debt to Equity Ratio (DER)

Rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan atau Rumah Sakit dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.

Rumus : Total Hutang / Modal Sendiri x 100%

Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Sovabilitas ini adalah semakin buruk kemampuan perusahaan atau Rumah Sakit untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah 200%

 

  1. Rasio Aktifitas

Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan atau Rumah Sakit dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya.

Total Assets Turn Over (ATO)

Rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan.

Rumus : Total Revenue / Total Aktiva x 100%

Fixed Asset Turn Over (FATO)

Rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang dimiliki terhadap revenue.

Rumus : Total Revenue / Aktiva Tetap x 100%

Catatan :  Semakin tinggi nilai persentase Rasio Aktifitas ini semakin baik.

Working Capital Turn Over (WCTO)

Rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih (Aktiva Lancar – Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari perusahaan.

Rumus :

Working Capital Turn Over Ratio = Penjualan / Modal Kerja Bersih x 100%.

Inventory Turn Over (ITO)

Rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran persediaan yang dimiliki terhadap penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik dan menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien.

Rumus :

Inventory Turn Over Ratio = Penjualan x Persediaan x 100%.

Average Collection Period Ratio (CPR)

Rasio untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen.

Rumus :

Average Collection Period Ratio = Piutang x 365 / Penjualan x 100%.

Receivable Turn Over (RTO)

Rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi nilai penjulan kredit  terhadap piutang rata-rata. Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah.

Rumus :

Receivable Turn Over Ratio = Penjualan / PIutang Rata-rata x 100%.

Catatan : Perhitungan ratio disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan.

 

Perusahaan yang membuat laporan keuangan tanpa adanya analisa rasio sama saja dengan buku DIARY. 

Kontak
Perumahan Griya Alam Blok C/No.5, Cimahi, Bandung, West Java
  081321026483
081321026483
bsampouw@gmail.com

Pengunjung
  • 0
  • 2
  • 2
  • 4,294
  • 2,724
whatsapp
whatsapp